Langsung ke konten utama

Postingan

Sehangat Senyuman

Sehangat Senyuman             Jalanan kota sangat padat oleh lalu lalang orang – orang yang hilir mudik. Sangat tidak peduli akan apa yang terjadi di sekitar. Debu polusi kian memanas, sehangat mentari yang selalu menyinari. Gedung – gedung bertingkat seakan tiada habisnya. Membuat kota semakin ramai atas kesibukan. Anak – anak jalanan semakin banyak, seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia. Semakin membabi buta tindak korupsi yang melanda negeri ini. Jumlah pengangguran juga tidak kalah menarik. Survei membuktikan bahwa 9,8 % jumlah angka pengangguran 2 tahun terakhir. Krisis ini sangat mempengaruhi seluruh warga Indonesia.             Ani adalah salah satu anak pinggir kota yang hidup dalam kemiskinan di jalanan. Biasa menjual beberapa antik kecil yang dijajakan di kotak yang selalu dibawa   ketika lampu merah menyala. Setara dengan anak SMA tetapi mengu...

Berkah Romadhon

Berkah Romadhon             Dunia begitu besar, indah, dan gemerlap. Tidak sebanding dengan orang – orang yang menganggap dirinyalah yang paling hebat. Tak terkecuali seorang perempuan kaya raya yang telah melupakan segala urusan akhirat. Bahkan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Sampai hal – hal yang tidak pantas kita sebutkan dalam cerpen ini pun dilakukan. Aku heran melihat semua. Memang, dunia selalu begitu. Membuat semua orang berada di ambang keserakahan dan kebengisan. Lihat saja orang – orang yang terlunta – lunta meminta sedekah orang lain itu. Tidak ada seorang pun yang memerdulikannya. Korupsi telah menjadi barang murah. Belingsatan di kota Metropolitan ini.               Seorang anak kecil dengan baju tidak kalah kotor dengan wajah yang dipenuhi debu mendatangi seorang tua yang terlunta meminta pada orang orang. Orang ora...