Sembilu biru menghadang kadang menuai di hati Masih dengan kata kata yang sama Tetap dinyana dengan panah yang terus menghujam Wahai... Aku terusik dengan tuaian darah yang kian memanas Kadang diri mulai lelah, sangat tak disangka Dengan panas Matahari menghadap Aku terus menerus menangis berharap Dengan Kilatan Hangat Dalam senyum Tetap tegak walau pongahan kilat menghampiri Wahai... Aku berdoa dengan wajah tirus dan penuh luka Cahaya di hati masih tetap hinggap di Lubuk terdalam Menapaki rintihan rintihan harapan yang kian melembab Wahai... aku selalu bertahan