Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Cahaya Sembilu

Sembilu biru menghadang kadang menuai di hati Masih dengan kata kata yang sama Tetap dinyana dengan panah yang terus menghujam Wahai... Aku terusik dengan tuaian darah yang kian memanas Kadang diri mulai lelah, sangat tak disangka  Dengan panas Matahari menghadap  Aku terus menerus menangis berharap  Dengan Kilatan Hangat Dalam senyum Tetap tegak walau pongahan kilat menghampiri  Wahai... Aku berdoa dengan wajah tirus dan penuh luka Cahaya di hati masih tetap hinggap di Lubuk terdalam Menapaki rintihan rintihan harapan yang kian melembab Wahai... aku selalu bertahan

Aliran Senja

Aliran Sungai hilir mudik berebut tempat untuk nestapa Hanya aliran yang mengenang dengan hembusan nyanyian angin bersama inang nya Masuk ke celah celah cahaya yang sempat padam Terus menggelisik menemukan jamuannya Hinggap sebentar di perkumpulan Cahaya Lihatlah, hembusan hembusan nafas tersebut naik terus ke atas sana Sangat mengharu dengan nyanyian nyanyian rindu  besar menjunjung tinggi cahaya sampai menghitam kelat dimakan rembulan Wahai... Tetap membesar walau duri kadang menghadang Hingga sampai tiba saatnya Meledak... Ribuan kunang membasahi hingga sampai ke akarnya Sangat indah bagai rembulan di kala senja Aku terpaku... Mentapaki tapak demi tapak genangan air menghujam jiwaku Sungguh alangkah indah Cahaya Nya