Aliran Sungai hilir mudik berebut tempat untuk nestapa
Hanya aliran yang mengenang dengan hembusan nyanyian angin bersama inang nya
Masuk ke celah celah cahaya yang sempat padam
Terus menggelisik menemukan jamuannya
Hinggap sebentar di perkumpulan Cahaya
Lihatlah, hembusan hembusan nafas tersebut naik terus ke atas sana
Sangat mengharu dengan nyanyian nyanyian rindu
besar menjunjung tinggi cahaya sampai menghitam kelat dimakan rembulan
Wahai... Tetap membesar walau duri kadang menghadang
Hingga sampai tiba saatnya
Meledak... Ribuan kunang membasahi hingga sampai ke akarnya
Sangat indah bagai rembulan di kala senja
Aku terpaku...
Mentapaki tapak demi tapak genangan air menghujam jiwaku
Sungguh alangkah indah Cahaya Nya
Komentar
Posting Komentar