Detik kian cepat meranggut kasih yang sedang dalam masa genting
Tak pelak lagi sampai menjerit hati dan pilu dalam luka
Tak sungkan layaknya gorokan duri pisau dicabut sampai tunas tunasnya
Bagai sembilu hantaman dasyat bersatu dalam senyap per detik
Tak tertahan lagi, bagai punuk merindukan asa, rasa yang hilang dalam tarikan panjang
Aaaarghhhhhh.... Sungguh rasa nan malang bagi serpihan serdadu dalam satu waktu
Rasa yang kian buncah, merana, Aaaahhh.. tak bisa berkata
Hanya tetesan air bening tak kuasa bertahan
Mengalir indah dalam lautan pangkuannya
Detik yang sama, ingatan yang lama berlari berkejar beradu berebut tempat
Untuk mengusik seonggok nyawa yang berkelana dalam diam
Manis pahit, hitam, kelam, tak tahu dan sangat takut
Entah suka atau duka yang akan datang menghampiri
Menyelimuti nyawa yang kian berlari
Bertemu Sang Ilahi
Komentar
Posting Komentar